Trekking di Puncak Bogor jalur hutan pegunungan Paseban yang eksotis

Trekking di Puncak Bogor – Pada kawasan wisata minat khusus yang berada dilerengan barat daya Gn. Paseban, terkonsentrasi pintu-pintu jalur trekking di Puncak Bogor yang eksotis, menghubungkan antara satu obyek daya tarik wisata dengan dengan destinasi lainnya yang berada dalam kawasan Puncak maupun Sentul, seperti rute trekking Sentul dengan Puncak yang dihubungkan  melalui jalur Paseban – Rawa Gede atau Paseban – Gn. Pancar, dls. Semua rute trekking di Puncak Bogor dari jalur Paseban ini berada dalam hutan hujan pegunungan (montane forest) yang masih terjaga keasriannya. Dan, di Paseban pulalah terdapat jalur trekking sungai pegunungan bawah yang yang alirannya merupakan sub DAS Ciliwung. Dan dari Paseban pulalah, jalur pendakian ke Puncak Kencana berada, selain dari jalur Rawa Gede, di Tugu Utara. 


Go Adventure

+62 819-1005-4000

Whatsapp


Baca Paket Trekking :
4 Paket trekking di Puncak Bogor

Trekking di Puncak Bogor – Pada lembaran Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1209 – 142 CISARUA edisi : 1-1990 terdapat 8 gunung yang namanya begitu asing bagiku. Kedelapan gunung tersebut adalah gunung Garungsang dengan puncak tertingginya 1.147 mdpl, gunung Malang (1.392,9 mdpl), gunung Pondok Walanda (1.506 mdpl), gunung Halimun (1.646,7 mdpl), gunung Gedogan / Gedongan (1.668 mdpl), gunung Kencana (1.803 m dpl) serta gunung Luhur (1.727 mdpl). Dan, posisi kedelapan gunung ini berada di sebelah utara gunung Gede Pangrango yang pernah aku Jelajahi.

Nama kecilku Kiade, setelah ditelusuri, konon katanya beberapa gunung dari kedelapan Gunung dalam kawasan lindung di zona penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut banyak mengisahkan cerita rakyat yang dituturkan secara turun menurun, dari mitos magis sampai dengan kisah tuan-tuan Belanda yang namanya tersemat menjadi nama Gunung Pondok Walanda. Dari kisah pemujaan sampai dengan cerita penebangan pohon endemik (rasamala) pada dekade tahun 1970 – 1980 yang tumbuh dalam hamparan pegunungan yang entah pegunungan apa namanya.

Dan, akupun menjelajahi kedelapan gunung tersebut diatas kertas dan data-data yang tersimpan dalam Macbook Pro M1, sehingga akhirnya itu yang membawaku berjelajah menembus hutan pegunungan dan sebagian gunungnya. Dan, ini merupakan tulisan seri pertamaku dari dua kali ekspedisi ke puncak Kencana melalui jalur Paseban, puncak gunung Gedogan / Gedongan, puncak Karvak dan berujung di puncak gunung Kencana. Berharap disuatu waktu kita bisa bersama menjelajahi gunung-gunung lainnya dan menuliskan cerita perjalanannya.

Jalur yang akan kami lalui merupakan rute yang eksotis dengan melewati hutan hujan tropis pegunungan bawah (submontana) yang banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon endemik untuk menuju puncak gunung Kencana dari kaki gunung Paseban. “Dalam penjelajahan ini, alam akan menjadi untaian symponi yang menakjubkan dimana aktivitas fisik dan olah emosi akan berpadu peran dengan instrumen-instrumen hutan pembentuk kehidupan alam liar”.

Ekspedisi kedua menuju puncak Kencana ini memiliki durasi perjalanan 2 hari penjelajahan dengan semalam mendirikan tenda di Puncak Karvak atau masyarakat lokal menyebutnya dengan sebutan “Geger Mayit“, lalu pada keesokan harinya dilanjutkan menuju Puncak Kencana sebagai tujuan terakhir untuk menikmati pancaran matahari terbit, lalu kembali ke titik awal perjalanan yaitu kaki gunung Paseban.

Pada ekspedisi pertama, trekking ke puncak kencana dari Paseban berdurasi 1 hari perjalanan, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan sehingga sampailah di puncak kencana. Dari puncak kencana selanjutnya menuju perkebunan teh Ciliwung dan dilanjutkan menuju resort talaga Warna untuk makan malam dan kembali titik awal perjalanan di Highland camp yang berada di lerengan barat daya gunung Paseban dengan menggunakan kendaraan jeep.

Konon katanya jalur trekking menuju puncak gunung Kencana via lerengan barat daya gunung Paseban, puncak gunung Gedogan dan puncak Karvak bukan merupakan jalur pendakian gunung Kencana dengan tujuan untuk berkemah di puncak Kencana, kendatipun kami akan sebentar saja singgah guna menikmati pemandangan nan indah di puncak Kencana, itupun hanya sebatas melintas. Dan kabarnya pula, Jalur pendakian dari arah barat daya ini di pergunakan oleh para penggiat trekking / hiking sebagai aktifitas wisata petualangan dengan jalur yang khusus nan eksotis dan digunakan sebagai medan pelatihan navigasi darat oleh para Mapala se-Jabotebek.

Untuk mencapai puncak gunung Kencana, awalnya kami memasuki hutan pegunungan bawah dengan vegetasi campuran yang didomaninasi oleh pohon-pohon kiara sebagai tajuk tegakannya, dan pohon perdu seperti tepus, babanjaran, nampong, kaliandara dan tanaman perdu lainnya pada ketinggian dibawah 1500 mdpl. Pada perjalanan selanjutnya akan banyak ditemukan pohon-pohon endemik sebagai penciri hutan tropis pegunungan bawah seperti huru  renyung (Aporosa arborea), kianak / ruing anak atau Ki riung anak (Castanopsis acuminatissima), caringin atau beringin (Ficus benjamina), pasang (Lithocarpus elegans, L sundaicus), baros (Manglitea Glauca Bi), puspa / seru atau puspa (Schima wallichii), dan pepohonan endemik lainnya yang banyak lilit oleh sulur-sulur liana pada ketinggian 1500 – 1803 mdpl. Dibawah tegakan pohon-pohon endemik tersebutlah banyak tumbuh berbagai jenis rotan, jenis rotan cacing mendominasi sebagian besar tumbuhan dari family Arecaceae.

Jalur trekking rute Paseban dengan tujuan puncak gunung Kencana, melewati puncak Gedogan / Gedongan dan puncak Karvak merupakan jalur kanan atau rute tenggara, titik awal penjelajahan kami di mulai dari Highland camp –> Kp. Paseban –> Ciberurem –> Puncak Gn. Gedogan –> Puncak Karvak (Geger Mayit) dan berakhir di puncak Kencana. Pada hari pertama kami berhasil mencapai puncak Kencana lalu turun menuju perkebunan teh Ciliwung, dan di perkebunan teh tersebutlah kami ditunggu oleh unit-unit kendaraan jeep untuk membawa kami kembali ke titik awal perjalanan yaitu Highland camp untuk berkemah (ini ekspedisi pertama), ekspedisi kedua adalah menginap di puncak Karvak atau Puncak Gedogan / Gedongan, lalu esok harinya pada dini hari melanjutkan perjalanan menuju puncak Kencana untuk menikmati sunrise dan kembali ke titik awal pendakian dengan menggunakan jalur semula.

Baca juga :
Paseban – Curug 7 Cilember route

Destinasi trekking di Puncak Bogor


Trekking di Puncak Bogor – Dalam perjalanan, kami disuguhkan dengan jalur yang eksotis dalam hutan pegunungan (montana forest). Beberapa destinasi yang di lewati yaitu puncak Gunung Gedogan / Gedongan, puncak Karvak atau Geger Mayit sehingga akhirnya tiba di puncak Gunung Kencana. Dan, beberapa hal yang unik yang kami lewati pula seperti pohon bolong yang mirip dengan gua dan dapat menampung 5 orang lebih, tegal hoe yang merupakan hamparan hutan yang ditumbuhi oleh dominasi pohon rotan cacing dibawah tegakan pohon utama, sulur-sulur liana yang menggantung dari batang-batang pohon yang tua, dan banyak lagi pesona dalam hutan pegunungan bawah.

Trekking dalam Hutan Pegunungan (Montana Forest)


Trekking di Puncak Bogor – Rute trekking dengan jalur Paseban – puncak Kencana via gunung Gedogan / Gedongan dan puncak Karvak berada pada hutan pegunungan atau montana, hal ini karena jalur tempuh melintasi level ketinggian antara 1.000—1.803 m dpl, (Montana forest berada pada ketinggian antara 1.000—2.400 m dpl).

Hutan pegunungan merupakan formasi hutan tropika basah yang terbentuk di wilayah pegunungan. Salah satu penciri hutan yang dikenal sebagai hutan montana adalah kawasannnya kerap diselimuti oleh kabut. Dan, salah satu faktor penting pembentukan hutan pegunungan dan hutan pegunungan bawah adalah :

  • Suhu yang rendah serta terbentuknya kabut yang kerap menyelimuti atap tajuk tegakan. Kabut ini meningkatkan kelembaban udara, menghalangi cahaya matahari masuk dan dengan demikian dapat menurunkan laju evapotranspirasi.
  • Seiring dengan meningkatnya elevasi pada hutan pegunungan, pohon-pohon cenderung akan memendek dan banyak bercabang.
  • Dalam hutan pegunungan, terdapat tumbuhan epifit berupa lumut,  jenis-jenis anggrek, dan pakis yang tumbuh melimpah diatas tanah maupun di batang-batang pohon.
  • Presipitasi turun dalam wujud pengembunan kabut pada dedaunan, yang kemudian jatuh menetes ke tanah.
  • Kondisi tanah pada hutan montana maupun submontana sangat subur namun cenderung bergambut.

Seorang trekker ketika melakukan pendakian ke puncak gunung dapat melihat perubahan-perubahan serta perbedaan pada karakter tumbuhan hutan yang sejalan dengan meningkatnya ketinggian. Pohon-pohon mulai banyak ditumbuhi lumut, angrek dan lainnya, tajuk-tajuk tegakannya mulai memendek, cabang dan ranting pohon membengkok dan ukuran daunnya pun mulai mengecil.

Highland camp sebagai titik awal trekking (1086 m dpl)

trekking puncak
Image 4 : Titik awal perjalanan

Trekking di Puncak Bogor – Highland camp curug panjang adalah tempat berkemah terluas di Puncak Bogor dalam nuansa hutan pegunungan, lokasinya dilingkar oleh 3 aliran hulu sungai aliran sungai dan disekitarnya terdapat 5 air terjun yang eksotis. Highland camp terbentuk dari keindahan lanskap buatan diantara pesona lanskap alam yang memperlihatkan pola keteraturan sebuah tempat berkemah yang hadir diantara pesona hutan pegunungan bawah (sub-montana) serta elemen air. Highland camp berada pada ketiggian berkisar antara 949 – 1086 m dpl, terletak di Jl. Curug Panjang, Paseban Desa / kecamatan Megamendung Puncak Bogor – Jawa Barat. 

Lokasi Highland Camp :

Highland Camp berada di Jalan Curug Panjang atau jalan Situhinag pada ketinggian 949 – 1086 m dpl, terletak di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, 16770.
Peta dan Koordinat GPS:
ttps://goo.gl/maps/sQunywbb83ydVbQF8h
8WXW+J4 Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Baca juga :
Family trekking route

Puncak Gn. Gedogan / Gedongan (1.688 m dpl)

trekking puncak
Image 5 : Puncak gunung Geogan

Trekking di Puncak Bogor – Penduduk sekitar menyebutnya dengan puncak Gedogan / Gedongan yang memiliki arti kandang kuda atau istal. Pada Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1209 – 142 CISARUA edisi : 1-1990 tertulis gunung Gedongan. Puncak Gedongan memiliki ketinggian 1.671 merupakan batas antara submontana (sub-pegunungan atau disebut juga hutan pegunungan bawah) dengan montana (hutan pegunungan atas). Sementara itu ketinggian yang tertera pada penanda yang terpasang pada pohonyang berada di Puncak Gedogan / Gedongan tertulis 1.688 m dpl.

Disekitar puncak gunung Gedogan / Gedongan terdapat campsite Gunung Gedogan / Gedongan dan Pos yang terbuat kayu dengan titik koordinat 48 M-0717688 UTM 9264271, pada ketinggian 1564, sementara itu campsite berada antara Pos dengan Puncak gunung Gedogan yang berada pada ketinggian 1.668 m dpl.

Lokasi puncak Gedogan / Gedongan :

Puncak Gedogan / Gedongan  berada pada ketinggian 1.688 m dpl terletak di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS:
https://goo.gl/maps/qRfwGX5JGhsUYtMX7
8XXG+V2 Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Puncak Karvak (1.676 m dpl)

trekking puncak
Image 6 : Penulis di puncak Karvak

Trekking di Puncak Bogor – Puncak Karvak berada pada ketinggian 1.676 m dpl dengan titik koordinat 48 M 0718756, UTM 9263510, berada di sebelah barat daya puncak Kencana. Penyebutan Puncak Karvak untuk dataran ini merujuk pada kotak-kotak yang ada di peta, Karvak atau kotak merupakan koordinat geografis sebagai koordinat utama, satu kotak atau sering disebut satu karvak,  lebar karvak pada peta Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan (Bakosurtanal) pada skala 1:25.000 adalah adalah 3.7 cm. Satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″). Masyarakat lokal penyebut dataran kecil ini dengan sebutan “Datar Mayit”. dan lerengan nya adalah “Geger mayit”

Lokasi puncak Karvak :

Puncak Karvak berada pada ketinggian 1.676 m dpl terletak di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS:
48 M 0718756, UTM 9263510.

Puncak Kencana (1.803 m dpl)

trekking puncak kencana
Image 7 : Puncak Kencana

Trekking di Puncak Bogor – Menurut peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1209- 142 ketinggian gunung Kencana berada pada 1.796 m dpl, sementara itu yang tertera ada monumen di puncak Kencana itu tertera 1803 mdpl. Titik koordinat puncak Kencana berada pada 48 M 07187990, UTM 9263482.

Secara administratif Gunung Kencana berada di Kampung Rawa Gede, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, namun dalam data yang dikeluarkan oleh google earth berada di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Sesungguhnya Kencana tidak dapat dikatakan gunung, Kencana hanyalah sebuah bukit yang menjulang tinggi dengan ketinggian 1.803 meter diatas permukaan laut. Dari puncak Kencana akan terlihat pula pemandangan Gunung Gede Pangrango di selatannya dan di baratanya adalah Gunung Salak, dari puncak Kencana akan terlihat hamparan perkebunan teh Tjiliwung serta pemandangan kota yang berada dalam kawasan pariwisata Puncak   

Lokasi puncak Kencana :

Puncak Kencana berada pada ketinggian 1803 m dpl terletak di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS:
https://goo.gl/maps/XzQYqLiMuNHS6ozQ8
8XRH+8Q Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
48 M 07187990, UTM 9263482.

Baca juga :
River trekking route

Pesona puncak Kencana

trekking puncak kencana
Image 8 : Puncak Kencana

Trekking di Puncak Bogor – Dalam dua ekspedisi puncak Kencana dari Paseban, Penulis telah menginjakan kaki di Puncak Kencana sebanyak 3 kali. Pada ekspedisi pertama yang bertajuk “Musafir di bulan safar 1443 H”, kami hanya melintas melintas puncak Kencana pada sore hari dan dalam keadaan hujan badai, sehingga pesona puncak Kencana tidak didapatkan, Pada ekspedisi kedua di sore hari (D1), kondisi puncak kencana diselimuti oleh kabut dan hujan ringan sehingga tidak terlihat megahnya gunung Gede Pangrango dan eloknya gunung Salak, dan tidak terlihat pesona kota wisata puncak dengan hamparan perkebunan teh yang menjadi daya tariknya.

Untuk ketiga kali, akhirnya kami berlima sampai di puncak Kencana pada hari kedua di subuh hari sekitar jam 05.00 setelah menginap di puncak Karvak setelah skenario awal akan menginap di Puncak Gn. Gedongan itu tidak terjadi, karena untuk mencapai puncak Kencana di subuh hari idealnya berkemah di Puncak Karvak atau Geger Mayit.

Gunung Gede Pagrango dan Gn. Salak

trekking puncak kencana
Image 9 : Pemandangan di Puncak Kencana

Trekking di Puncak Bogor – Disebelah selatan puncak Kencana terlihat Gunung Gede Pangrango yang menjulang pada ketinggian 2.958 m dpl dan 3.019 m dpl dan di baratanya adalah Gunung Salak dengan puncak tertingginya 2.211 m dpl serta hamparan perkebunan teh Ciliwung nan menghijau dan kabarnya lampu-lampu kota wisata puncak yang terlihat indah pada malam harinya.

Pesona gunung Gede Pangrango serta gunung Salak dan perkebunan teh Ciliwung serta kota-kota dalam kawasan pariwisata alam Puncak Bogor menjadi daya tarik yang diburu oleh para pendaki puncak Kencana, selaian keindahan hutan pegunungan dan kekayaan biodiversity yang terkandung didalamnya ketika menapaki jalanan setapak demi setapak antara Paseban, gunung Gedogan / Gedongan, puncak Karvak sehingga sampai di Puncak Kencana.

Gunung Gede Pangrango :

Gunung Gede Pangrango berada dalam Pengelolaan kawasan TNGGP berada di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Gunung Gede Pangrango dapat di jangkau dari jalur pendakian Cibodas ataupun jalur Gunung Putri, dan jalur Selabintana.
Peta dan Koordinat GPS:
https://goo.gl/maps/JXBMYMKUjT6hTwDj7
6XJ7+8X Tugu Sel., Bogor, Jawa Barat.

Gunung Salak :

Gunung Salak berada dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak, merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang kewenangan pengelolaannya pada Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pendakian gunung salak dapat di jangkau dari jalur Cimelati, Cidahu, Pasir Reungit dan Javana Spa.
Peta dan Koordinat GPS:
https://goo.gl/maps/fLsNwpZvULpgeuAX9
Pasawahan, Kec. Cicurug, Sukabumi Regency, Jawa Barat.

Telaga Warna dan Perkebunan teh

trekking puncak kencana
Image 10 : Telaga Warna

Trekking di Puncak Bogor – Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna Puncak Bogor merupakan salah satu lokasi  wisata alam berbasis danau atau telaga sebagai daya tarik utama wisatanya, berada di Jalan Raya Puncak KM. 364, Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan ketinggian di 1400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Telaga warna adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan konservasi dan pariwisatase dan merupakan salah satu obyek wisata alam berbasis konservasi, selain untuk menjaga kelestarian alam dan ekologi. CATWA Telaga Warna ditetapkan dengan fungsi melindungi keanekaragaman jenis dan sumberdaya genetik, taman wisata alam telaga warna difungsikan sebagai kawasan untuk kepentingan pariwisata.

Kawasan Hutan Telaga Warna ditetapkan sebagai Cagar Alam (CA) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 481/Kpts/Um/6/1981 tanggal 9-6-1956, seluas 268,25 Ha. Kemudian sebagian areal yang meliputi sebuah telaga, berubah fungsinya menjadi Taman Wisata Alam (TWA) seluas 5 Ha.(Huda, 2011).

Pesona telaga warna hadir karena air telaga yang dapat berubah warna menjadi hijau cokelat, kuning gelap, hingga kuning terang di waktu-waktu tertentu, hal ini dikarenakan terdapatnya algae danau. Tumbuhan ini memenuhi danau dan dapat berubah warna. Sehingga, warna air pada danau pun seakan berubah warna sesuai dengan warna algae. Selain pesona air yang di timbulkan oleh tumbuhan algae, di telaga warna wisatawan dapat wisata berbagai habitat fauna seperti babi hutan, kera, surili, serta lutung, bahkan kabarnya terdapat fauna langka seperti macan tutul, elang jawa dan lainnya. Keistimewaan lainnya yang menjadi daya tarik wisata, di kawasan hutan sekitar telaga dapat ditemukan beberapa jenis flora asli hutan tropika seperti pohon Puspa dan Kihiur serta beberapa tanaman tingkat rendah, seperti pohon Rame, Rotan- rotanan dan paku tiang. Sumber : Highland camp 

Lokasi Talaga Warna :

Telaga Warna berada di Tugu Sel., Kec. Cisarua, Bogor, Jawa Barat
Peta dan Koordinat GPS:
https://goo.gl/maps/4cia8yzMoudT6yNj7

Baca juga :
Pengertian hiking vs trekking dan tempat trekking di Sentul Bogor

The trekking story to Puncak Kencana


Trekking di Puncak Bogor – Tak terpuaskan dengan ekspedisi pertama bertajuk “Musafir di bulan safar 1443 H”, pada selasa 21 September 2021, kali ini penulis melakukan perjalanan kedua penjelajahan puncak Kencana via Gn. Gedogan/Gedongan dan puncak Karvak dari arah lerengan barat daya Gn. Paseban. Perjalanan kedua bertajuk “Ekspedisi Geger Mayit” diikuti oleh 8 orang yang merupakan kolaborasi antara team Highland Adventure Indonesia, Highland camp dan Hadena Indonesia.

Nama kecilku Kiade, titik kumpul pertama kami berada di Highland camp curug Panjang, di zona Halimun yang berada pada koordinat 48 M, 0754986, UTM 9264396 dengan ketinggian 957 m dpl. Di sini kami melakukan pengecekan peralatan ekspedisi seperti GPSmap 64SC Garmin,  MacBook Pro M1, kamera, GoPro serta peralatan untuk pengambilan photo dan video, perlengkapan berkemah serta  perlengkapan pribadi yang dibawa oleh masing-masing personal. Setelahnya, perjalanan dilanjutkan menuju warung wisata Upit yang berada di sebelah barat laut zona Halimun atau sekitar 10 menit perjalanan kaki melewati jalanan berbatu (onderlaag) dan jembatan rawayan.

Perjalanan selanjutnya menuju spot kebun jeruk dari warung wisata Upit. Perjalanan kami melewati gawir camp yang merupakan pembatas antara zona pemanfaatan wisata dengan pemukiman warga Paseban Rt 05/02 Desa Megamendung. Dari titik poin pertama kami melewati pos tiket 2 curug Panjang, selanjutnya memasuki areal hutan pinus merkusii melewati jalur tanah, dengan tantangan tanjakan yang terjal dan berkelok-kelok sampai dibatas jalanan beraspal (jalan Situhiang). Diperbatasan antara zona hutan pemanfatan dan jalan beraspal itulah terdapat gawir camp yang lokasinya berada ditebingan,  Gawir Camp terletak pada titik kootdinat S -6.646421 E106.946804.

Jalanan beraspal dengan lebar sekitar 3 meter itu bernama Jl. Situhiang yang memiliki banyak tanjakan-tanjakan curam, tanjakan ketiga dengan kemiringan 60-65 derajat dengan Panjang sekitar 80 meter dan tanjakan kedua sepanjang 50 meter dengan kemiringan 50-60 derajat merupakan tanjakan terberat yang harus kami lalui diantara beberapa tanjakan- tanjakan lagi yang harus kami lewati sehingga sampailah pada jalanan berbatu onderlaag yang berada di kampung terujung Paseban, kampung pembatas antara pemukinam dan hutan.

Trekking ke Puncak Gn. Gedongan

paseban trekking puncak bogor
Image 12 : Di puncak Gn. Gedogan/Gedongan

Trekking di Puncak Bogor – Paseban pasir merupakan kampung terujung di timur desa Megamendung yang berbatasan dengan hutan pegunungan bawah adalah awal trekking yang sesungguhnya. Di kampung ujung Paseban ini terlihat beberapa rumah dengan kayu bercampur bambu menjadi material pembangunnya dengan masyarakat yang bersahaja. Selain di Highland camp, di kampung Paseban lah alternatif cek point pertama itu berada untuk pendakian puncak Kencana.

Dari kampung terujung, kami menyusuri jalanan berbatu yang berada di pinggiran hutan campuran. Jalanan berbatu dengan lebar 2 meter diawal-awalnya lalu menyempit ketika mendekati ujung jalan onderlaag, itu melewati semak belukar, sesekali membelah hutan-hutan pinus atau pohon-pohon damar yang tumbuh dikiri dan kanan jalan. Hingga pada akhirnya, kami melintasi jalanan tanah dengan semak belukar yang terlihat sedang ditebangi (di cacar) untuk di tanami pohon kopi. Terlihat dari tumbuhan tebangan, bahwa vegetasi yang akan dijadikan perkebunan kopi awalnya banyak ditumbuhi oleh handam beurem, ilalang, nampong, seuseurehan, pakis-pakisan, cente, liana-lianaan, haringhing, sariang, kai rinyuh, dan lainnya. 

Memang agak terasa gersang ketika melewati semak belukar yang tumbang karena adanya penebangan disekitar pos-1 berada, Hal berbeda ketika mendekati pos-2, suasana lebih terasa hutan campuran, di kawasan ini banyak tumbuh pohon baros, riuang anak, pasang, saninten, kai labon atau kilabon, barugbug, kironyok, sehang, oncol, huru hiris, huru bagong dan banyak lainnya.

Untuk dapat sampai ke pos-2, kami harus melewati tanjakan dengan kemiringan yang tajam dan panjang, itulah tanjakan Uhe. Uhe adalah sebuah nama yang merujuk pada pembuat tanjakan tersebut yang anaknya terlibat pada dua ekspedisi puncak Kencana berasama kami. Rute tanjakan Uhe merupakan jalur terberat untuk mencapai pos-2 dan puncak gunung Gedogan / gedongan.


Terdapat dua versi penyebutan pada gunung ini, sebagian besar masyarakat yang berada di sekitar paseban menyebutnya dengan Gn. Gedogan yang merujuk pada arti kandang kuda atau istal. Penyebutan gunung Gedogan menurut cerita penduduk bahwa pada dahulunya di gunung ini terdapat istal kuda atau kandang kuda. Lain halnya dengan penamaan di Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1209 – 142 CISARUA edisi : 1-1990 yang menyebut gunung ini dengan  nama Gn. Gedongan, dan kami belum menemukan makna yang merujuk pada identitas penciri yang terkandung dari nama Gn. Gedongan.

Tidak jauh sebelum puncak Gedogan atau Gedongan, terdapat sebuah bangunan dua lantai berbahan kayu hutan yang tidak terlihat ada penghuninya. di pos-2 inilah kami sebentar untuk beristirahat dengan beberapa cangkir kopi yang diseduh dan menunaikan shalat dzuhur, lalu, perjalanan dilanjutkan menuju puncak gunung Gedogan.

Suasana puncak Gn. Gedogan / Gedongan begitu sunyi senyap dan terasa lembab, yang terdengar hanyalah nyanyian burung dan riuh pepohonan yang tertebak angin. Areal puncak Gedogan / Gedongan tidak begitu luas, disekililingnya banyak ditumbuhi oleh pohon kai pasang, ramogiling, saninten dan puspa, beberapa jenis perdu tumbuh diantara pohon-pohon tegakan seperti pakis, orok-orokan, cariang, arben hutan, tepus dan banyak lainnya.

Tidak jauh dari pos-2, terdapat tanjakan yang sangat menanjak dengan tingkat kemiringan 85-80 derajat, tangga-tangga dari tanah dengan kombinasi akar pepohonan menjadi tantangan tersendiri yang harus dilewati untuk daspat mencapai puncak Gn. Gedogan.

Puncak Gn. Gedongan merupakan areal dengan dataran yang tidak begitu luas, suasana dan nuansanya begitu hening, sunyi dan lembab, tidak lama kami menikmati pesona keheningan di puncak Gn. Gedogan hingga pada akhirnya melanjutkan kembali perjalanan menuju puncak Karvak yang berada di sebelah tenggara puncak Gn. Gedogan.

Dari puncak Gn. Gedogan / Gedongan perjalanan dilanjutkan menuju Geger Mayit dengan melewati punggungan gunung Gedogan / Gedongan menuju arah gunung Kencana. Rute yang kami tempuh pada penjelajahan kali ini berbeda dengan rute ekspedisi sebelumnya yang melewati lembahan untuk menuju Geger mayit, kali ini  hutan yang kami lewati lebih eksotis dengan jalur yang cukup datar. 

Trekking ke puncak Karvak

paseban trekking puncak bogor
Image 14 : Nuansa jalur hutan pegunungan

Dari puncak Gn. Gedogan / Gedongan perjalanan dilanjutkan menuju Geger Mayit dengan melewati punggungan gunung Gedogan / Gedongan menuju tenggara arah gunung Kencana. Rute yang kami tempuh pada perjalanan kali ini berbeda dengan rute ekspedisi sebelumnya yang melewati lembahan untuk menuju Geger mayit, kali ini jalur hutan yang kami lewati lebih eksotis dengan rute yang cukup datar, kalaupun sesekali menanjak atau menurun, itu adalah trek yag landai.

Sepanjang perjalanan dari puncak Gedongan menuju Geger Mayit banyak tanaman jenis perdu yaitu congkok, pakis, orok-orokan, cariang, arben hutan, tepus. Dan, pada rute perjalanan kali ini, kami baru menemukan tegal hoe yang merupakan areal hutan dengan dominasi oleh tumbuhan jenis rotan-rotanan yang tumbuh diantara tajuk tegakan.

Pada ekspedisi kedua, perjalanan dari Puncak Gn. Gedogan / Gedongan, tim dibagi dua, yaitu photografer dan videografer bersama supporting (tim pertama) berjalan terlebih dahulu untuk menyiapkan tempat bermalam di geger Mayit, sementara itu team kedua menyusul dengan perbedaan durasi perjalanan sekitar 1,5 jam.

Oleh team kedua didapatkan bahwa durasi perjalanan dari puncak Gn. Gedogan menuju puncak kencana dalam keadaan hujan dan berekabut tercatat selama 85 menit dengan melewati Geger Mayit atau puncak Karvak. Dan dari puncak Kencana kembali ke geger mayit tercatat selama 20 menit dalam kondisi trek menurun. 

Berkemah di Geger Mayit

paseban trekking puncak bogor
Image 15 : Di geger Mayit

Trekking di Puncak Bogor – Masyarakat lokal menyebutnya dengan sebutan “Geger Mayit” yang merujuk pada bentang alam yang berada disekitar “Datar Mayit”, sebagian pendaki atau penggiat alam bebas menyebutnya dengan puncak Karvak. Dataran ini berada di sebelah timur laut Puncak Kencana pada ketinggian 1676 mdpl pada koordinat 48 M 0718756, UTM 9263510. Persangkaan kami,  penamaan puncak Karvak 13 merujuk pada datar mayit itu disematkan oleh para penggiat alam bebas yang merujuk pada kotak 13 di peta atau kedudukan suatu titik koordinat pada peta yang merujuk pada tempat termaktub. 

Suasana puncak Karvak di pagi hari laksana berada pada sebuah kandang burung besar dengan pohon-pohon berbaris menjulang mengelilingi dataran kecil, pohon yang menjuang berbaris itu laksana batang ruji (sarigsig kandang) yang terpola dengan apik dalam kontruksi kandang burung. Disini terdengar suara burung saling bersahutan yang membentuk sebuah simponi kehidupan hutan liar yang mempesona, terdengar burung cangkurileng, kutilang, manuk cicikulik atau sejenis burung jogjrog dan lainnya memperindah suasana pagi, ditambah oleh simponi angin yang menghempas pucuk-pucuk pohon dengan dominasi kianak dengan banyak kadaka sarang macan di batangnya yang membentuk gemuruh, dan handam sebagai tanaman serasah.

Trekking ke puncak Gn. Kencana

trekking puncak kencana
Image 16 : di puncak Kencana

Trekking di Puncak Bogor – Ada yang menarik dalam perjalanan kembali dari puncak Kencana menuju Geger mayit pada pagi hari sekitar jam 09.00. Adalah pohon tumbang yang oleh sebagian orang tidak melewati dan oleh sebagiannya terlewati, malah terdokumentasikan dalam bentuk video. Pohon tumbang yang berwarna hitam kelam dimana setiap orang harus merayap untuk melewatinya ketika menuju puncak kencana atau kebalikannya dari puncak kencana ke arah Geger Mayit, dan tidak ada jalan pada trek ini karena jalur ini sangat tipis (sekitar 1 – 1,5 meter), dimana dikiri dan kanannya adalah tebingan yang sangat curam.

Akhirnya hal ini menjadi perdebatan yang tak berujung, karena dari kelima orang yang kembali dari puncak kencana, tiga diantaranya tidak melewati pohon tumbang tersebut dan dua melewatinya, padahal ketika mendaki, pohon tumbang itulah yang menjadi spot pemotretan dan pengambilan video berkali-kali, dan disanalah kami sempat bersitirahat sejenak.

Hal berbeda ketika ekspedisi pertama, jalur kepulangan yang digunakan adalah tanjakan sambalodo yang memiliki kontruksi kayu-kayu hutan (dolken) disepanjang jalur pendakian dengan tingkat kemiringan 60-80 derajat untuk mencapai kebun teh Ciliwung dimana jip sudah menunggu untuk membawa kembali ke Highland camp sebagai titik awal trekking di Puncak Bogor. 

kencana trekking puncak bogor
Image 17 : Pohon perdebatan

Pendakian dari puncak Karvak menuju puncak Kencana berdurasi sekitar 20 menit yang sebagian besar trek nya tipis sekitar 1-1,5 meter yang menanjak dengan kanan dan kirinya adalah tebingan. Jalur yang berada di punggungan ini memiliki vegetasi tumbuhan yang sangat rapat, tajuk-tajuk tegakannya memiliki kesamaan dengan vegetasi di puncak Karvak. Disepanjang jalur pendakian banyak pohon-pohon tumbang yang melintang dan merintangi jalur pendakian.


Disclaimer dan simpulan trekking di Puncak Bogor

Trekking di Puncak Bogor – Trekking di Puncak Bogor dengan jalur perawan yang eksotis dimulai dari kaki gunung Paseban melewati puncak gunung Gedongan / Gedongan dan puncak Karvak / Geger Mayit menuju puncak Gn. Kencana. Dalam penjelajahan ini, alam akan menjadi untaian symponi yang menakjubkan dimana aktivitas fisik dan olah emosi akan berpadu peran dengan instrumen-instrumen hutan pembentuk kehidupan alam liar.

Disclaimer.

Beberapa catatan dalam artikel berjudul “Trekking di Puncak Bogor jalur hutan pegunungan Paseban yang eksotis” ini tidak sepenuhnya data dan fakta yang ditemukan secara langsung dalam perjalanan, beberapa ada yang ditambah dan dikurangi sesuai data hasil penelitian yang bersumber dari berbagai referensi yang diketemukan setelah ekspedisi dengan tidak menghilangkan essensi obyek perjalanan, suasana dan nuansa perjalanan yang dilakukan pada selasa 21 September 2021 dalam ekspedisi “Musafir di bulan safar 1443 H” dan penjelajahan kedua dilaksanakan pada 13 oktober 2021 dengan tema “Ekspedisi geger Mayit”


This entry was tagged in hiking and treking, trekking di sentul, trekking di bogor, trekking di puncak, tempat trekking puncak, lokasi trekking di sentul, tempat trekking di bogor, hiking di puncak, hiking di sentul, hiking di bogor, hiking di jalur perawan, trekking di paseban, trekking ke puncak kencana, trekking di halimun, trekking ke gunung gede, trekking ke puncak salak, trekking di puncak dan sentul, paseban trekking puncak bogor, jalur pendakian puncak kencana, jalur trekking gunung paseban, trekking di puncak bogor jalur hutan pegunungan paseban yang eksotis.