Hiking ke Kawah Ratu Gunung Salak via jalur perawan

Kawah Ratu adalah kawah terbesar sekaligus termuda yang merupakan bekas letusan Gunung Salak dalam komplek kawah Cikuluwung Putri, Kawah lainnya yang merupakan bagian dari system Kawah Ratu yaitu Kawah Paeh dan Kawah Hirup untuk penyebutan di tahun 1951, sekarang dikenal dengan Kawah Paeh II.

Dan, baiklah cukup segitu dahulu prolog-ku, sebelum nantinya kita akan bersama menjelajahi jalanan setapak menuju Kawah Ratu dengan peluh yang bercucuran, namun sekarang kita akan berjelajah dalam literasi hiking menuju Kawah Ratu.

Nama kecilku Kiade, saatnya kita menjelajahi salah satu pesona yang ada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, inilah Kawah Ratu, berada di lerengan barat gunung Salak pada ketinggian 1.437 Mdpl. Dan untuk mencapainya, aku akan mengajak anda berjelajah pada jalur resmi ataupun jalur teranyar dan masih exotis,  sebutlah itu jalur perawan. Jika menggunakan jalur ini, perjalanan menuju Kawah Ratu dapat ditempuh sekitar 90 -120 menit, menanjak jalanan setapak, berbatu dan terkadang melewati sungai serta pesawahan, dan melewati jalanan lembab yang berada dibawah tajuk-tajuk tegakan.

Go Adventure

+62 819-1005-4000

Keberadaan Kawah Ratu di sisi Barat Gunung Salak

Sketsa sisi barat Gunung Salak (Hartmann, 1951)

Kawah Ratu – Kawah Ratu yang berada dalam komplek kawah Cikuluwung Putri, letaknya berada di sisi barat Gunung Salak, di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan dan tanggung jawabnya berada di tangan Balai Besar Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pada dasarnya komplek kawah Cikuluwung Putri berupa lapangan solfatara[1]Solfatara adalah fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang (seperti SO2 dan SO3), selain karbon dioksida (CO2)dan uap air (H2O). Solfatara mudah dikenali karena udara sekitarnya berbau busuk … Continue reading dan di beberapa titik terdapat bualan lumpur dan semburan air panas (geyser), yaitu kawah Ratu, Kawah Hirup dan Kawah Paeh.

Dan, Selain merujuk sebagi venue dalam komplek kawah Cikuluwung Putri, Kawah Ratu merupakan salah satu nama Resort (RPTN) yang ada di SPTN Wilayah III Sukabumi, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, secara administratif lokasi wisata Kawah Ratu berbatasan dengan Desa Cidahu Kecamatan Cicurug dan Resort Kawah Ratu berada di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Selain Kawah Ratu, Dalam komplek Kawah Cikuluwung Putri  tardapat solfatara lainnya yaitu Kawah Hirup (Kawah Paeh mati II) yang berada diketinggian 1.330 mdpl, letaknya di sebelah utara kawah ratu dan kawah mati I yang berada pada ketinggian 1.335 mdpl.

Kawah Ratu dan kawah lainnya dalam komplek Kawah Cukuluwung Putri merupakan bekas letusan Gunung Salak, Dari letusan itu terbentuklah area Kawah Ratu dengan luas sekitar 2 hektar, Semenjak letusan terakhir yang terjadi pada tahun 1938, Kawah Ratu masih mengeluarkan air dan uap panas serta gas belerang. Kawah ratu berada pada ketinggian ± 1.338 mdpl, dengan suhu berkisar 10 −200oC.

Menurut (Nasir et al; 1994) Adanya keberadaan aktivitas kawah ratu di TNGHS memberikan pengaruh terhadap kehidupan satwa liar yang berada di sekitarnya. Selain itu, pengaruh yang disebabkan juga membuat kondisi vegetasi, struktur tanah, dan air berubah signifikan, karena kandungan gas kimia yang dihasilkan oleh kawah ratu, seperti H2S, SO2, dan CH4. Dan, berdasarkan perhitungan nilai penting tiap jenis tumbuhan maka Histiopteris incisa dan Vaccinium varingiaefolium merupakan jenis tumbuhan dominan di sekitar kawah. Elton (1998) menyatakan bahwa vegetasi mempunyai peranan utama dalam habitat, yaitu sebagai bagian dari makanan dan tempat berlindung satwaliar serta untuk berkembang biak, sedangkan Gilese (1971) menyatakan bahwa vegetasi merupakan aspek lingkungan yang paling penting untuk banyak satwaliar dan merupakan indikator dari kondisi suatu habitat.

Habitat dalam kawasan Kawah Ratu di jalur pendakian

Kawah Ratu – Vegetasi tumbuhan yang ada di lokasi wisata Kawah Ratu cukup unik. Di sebelah bawah, terdapat gugusan pohon Damar (Agathis dammara) yang memiliki batang lurus, berdaun menyerupai jarum. Dan, pada bagian hutan bervegetasi homogen. Dalam kawasan hutan masih banyak dijumpai beberapa satwa liar seperti monyet ekor panjang (Macaca Fasicularis), Jelarang (Ratufa Bicolor), jenis-jenis musang, burung dan lainnya.

Pada jalur hiking menuju Kawah Ratu, akan didapatkan suasana hutan belukar alami khas pegunungan tropis. Dalam kawasan ini, hiker dapat menjumpai satwa liar yang lebih beragam, keliaran satwa tersebut dapat dilihat secara langsung keberadaannya (visual), maupun dari penemuan jejak (kotoran, kaki, cakaran pada batang pohon dan tanah) ataupun sahutan suara ditengah belantara, seperti Surili (Presbytis comata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fasicularis), Owa Jawa (Hylobathes moloch), Lutung (Trachypithecus auratus), Macan Tutul atau Macan Kumbang (Panthera pardus melas) dan berbagai jenis burung dan serangga.

Jalur Hiking menuju kawah Ratu via Gunung Bunder dan Cidahu

jalur pendakian kawah ratu
Peta jalur pendakian kawah ratu

Kawah Ratu – Komplek Kawah Cikuluwung Putri dimana Kawah Ratu berada dapat dicapai dari dua (2) jalur pendakian (hiking), yaitu dari arah Cangkuang Cidahu, Sukabumi atau dari arah Pasir reungit, Gunung Bunder, Bogor. Dan bagi anda yang menyenangi long hiking trips, anda dapat  melaluinya dari  jalur Cidahu Sukabumi atau Gunung Bunder, Bogor dan keluar (turun) melewati Gunung Bunder Bogor dan atau sebaliknya.

Kawah Ratu via Pasir Reungit Gunung Bunder


Kawah Ratu – Ketika melakukan pendakian menuju kawah Ratu melewati pasir reungit Gunung Bunder Bogor, hiker akan melakukan perjalanan sepanjang 3.6 km, dengan jarak tempuh sekitar 2 jam hiking, dan dengan alur perjalanan yang cukup landai. Sepanjang hiking, seorang atau sekelompok hiker akan melewati semak belukar dan tumbuhan yang berada di sepanjang jalur hiking, pun akan melewati jalanan setapak berbatu, becek dan terkadang melewati sungai kecil atau jalan air, karena memang jalur menuju kawah ratu merupakan jalur basah.

Sebelum mencapai kawah ratu hiker akan melewati dua kawah yang tidak aktip dalam komplek kawah Cikuluwung Putri, yaitu kawah mati I dan kawah mati II. Dari kawah mati I, hiker selanjutnya akan mendapati perjalanan yang lebih menanjak, jalanan yang terjal dengan sekelilingnya dipenuhi oleh akar-akar tumbuhan. Disebelah sisi kanan akan terlihat sebuah danau yang disebut danau mati. Pemandangan selama perjalanan layaknya hutan mati yang berhias aliran belerang berwarna kuning dan batu-batu besar pun di hiasi oleh ornamen cantik di atas tanah dan ukiran kayu yang yang terbentuk secara alami.

Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer, air di hulu sungai yang begitu bening menjadikan dasar sungai terlihat tampak begitu jelas. Pada dasar sungai disepanjang alirannya terdapat warna kuning kehijauan, ini diakibatkan oleh endapan-endapan belerang yang mengerak. Hal lainnya adalah suhu air sungai yang terasa hangat-hangat kuku dan mengandung belerang, air sungai yang mengandung belerang ini diyakini oleh masyarakat sekitar dan beberapa pendaki (hiker) yang melakukan penjelajahan menuju kawah Ratu, katanya memiliki khasiat obat penyembuh berbagai macam penyakit kulit.

Kawah Ratu via Cangkuang Cidahu Sukabumi

Kawah Ratu – Kawah Ratu dapat pula dicapai melalui perjalanan pendakian selama sekitar 1,5 jam (3,5 Km) dari kantor Resort Kawah Ratu di Cidahu, di mana setiap 100 meternya sudah dipasang penanda dan petunjuk jalan yang cukup rapi oleh pengelola Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

  • Etape I ; pendakian pertama, yakni jalan beraspal mulus dari kantor pengelola menuju Gerbang Rimba. Panjangnya  sekitar 1,5 kilometer dengan kemiringan mencapai 45 derajat Jalan tersebut terbilang sangat menanjak. Jalan inilah sebagai rute pemanasan sebelum menjelajah jalanan setapak penuh rintangan menuju kawah Ratu.
  • Etape II ; Gerbang Rimba – Pos Bajuri. Papan besi tua yang berlumut di Gerbang Rimba sedikit menambah kesan eksotis dan menyeramkan ketika mengawali perjalanan menuju pos Bajuri.  Inilah Gerbang perjalanan dengan Jalur pendakian yang tidak terlalu terjal dan alan setapak yang tersusun atas batu-batuan rapi sebagai, disini hiker akan melewati jakur landai sepanjang 1 km hingga sampai  pos Bajuri sebagai tempat beristirahat. Semenjak dari Gerbang Rimba hingga persimpangan Pos Bajuri, terdapat jalur rawa dan lumpur yang harus dilewati, dibeberapa spot perlintasan terdapat pohon tumbang yang melintang di jalur Hiking. Dan, dari persimpangan Bajuri inilah, hiker bisa memilih melanjutkan perjalanan ke Puncak Manik atau ke Kawah Ratu.

Sepanjang perjalanan menuju kawah ratu via Cangkuang Cidahu Sukabumi, hiker akan menemui sungai-sungai kecil yang aliran air nya akan mengering pada saat musim kemarau datang, akan menemukan spot-spot jalur yang berawa dan belumpur, dan pepohonan yang tumbang melintang jalur hiking, selain akan terdengar symponi nyanyian alam yang harmoni

Perlengkapan hiking menuju Kawah Ratu

Perlengkapan Hiking 2D1N

Kawah Ratu – Di Indonesia akan sulit membedakan antara hiking dan trekking dalam pengertian yang benar dengan pengaplikasiannya, karena lingkungan perdagangan dan para pelakunya telah membiaskan atau mengkaburkan pengertian antara hiking dan trekking dalam berbagai bentuk, termasuk pada bentuk perdagangan peralatan hiking / trekking. Dan dalam hal ini penulis akan menganggap bahwa hiking dan trekking memiliki persamaan kata yaitu aktivitas perjalanan di kawasan hutan gunung dan pegunungan. Perlengkapan dibawah ini adalah untuk hiking yang memiliki waktu durasi satu hari perjalanan di dibawah 6 jam.

  • Trekking / hiking pole ; berfungsi untuk membantu hiker / pejalan kaki dengan ritme mereka dan memberikan stabilitas di medan yang berat.
  • Sepatu Hiking ; adalah sepatu khusus yang didesain untuk hiking, memberikan keselamatan dan kenyamanan dalam penjelajahan serta dapat membantu melindungi kaki saat mendaki.
  • Tas hiking ; adalah tas gunung dengan ukuran kecil untuk membawa baju ganti, makanan dan minuman, perlengkapan hiking, first aid dan lainnya
  • Minuman dan makanan ; adalah makanan ringan, buah-buahan dan air putih sebagai bekal perjalanan
  • Baju cadangan dan jas hujan ; baju ganti dan jas hujan untuk perlindungan tubuh ketika turun hujan pada saat hiking
  • Perlengkapan serba guna ; seperti pisau dan lainnya yang dianggap penting dan akan digunakan pada saat hiking.
  • First aid kit; adalah kotak untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam perjalanan seperti obat antiseptik, betadine atau sejenisnya, kain kasa, perban atau plester, obat-obatan umum dan ringan serta  kit tambahan  berupa pemotong seperti gunting atau pisau, juga pinset, dan sarung tangan
  • Baca selanjutnya di “Pengertian hiking dan trekking, perbedaannya dimana ?“.

Simpulan hiking ke Kawah Ratu Gunung Salak

hiking kawah ratu gunung salak
Ekpresi Hikers

Kawah Ratu – Hiking menuju kawah Ratu via Cangkuang Cidahu Sukabumi dan via Pasir Reungit Gunung Bunder akan memiliki sensasi yang sama. Di sepanjang perjalanan, anda akan diperhadapkan dengan tanjakan, turunan, tanah rawa dan berlumpur, melintas sungai dan menerobos pepohonan yang tumbang melintang jalur, dengan peluh membasahi tubuh.

Nama kecilku Kiade, Selesai sudah aku menjelajahi literasi hiking menuju Kawah Ratu, saatnya nanti aku akan mengajak anda menjelajah menuju Kawah Ratu Gunung Salak dengan melewati jalur perawan, pasti sensasinya akan jauh berbeda dari jalur yang pernah dilewati, ini lebih eksotis!.


This entry was tagged in kawah ratu and hiking kawah ratu gunung salak, kawah ratu via gunung bunder, kawah ratu via cidahu, jalur kawah ratu gunung salak, kawah ratu via pasir reungit. pendakian gunung salak, wisata kawah ratu, trekking ke kawah ratu, trekking ke kawah ratu gunung salak, adventure ke kawah ratu. jelajah kawah ratu, wisata kawah ratu.

References

References
1 Solfatara adalah fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang (seperti SO2 dan SO3), selain karbon dioksida (CO2)dan uap air (H2O). Solfatara mudah dikenali karena udara sekitarnya berbau busuk seperti kentut, sebagai bau khas gas-gas oksida belerang. Dalam konsentrasi tinggi, gas emisi ini juga berbahaya bagi hewan dan manusia. Belerang dengan nama lain “sulfur” adalah elemen ke-16 di tabel elemen. Wikipedia