Bushcraft Indonesia dan seni bertahan hidup di alam bebas (tutorial)

Bushcraft Indonesia – Bushcraft yang saat ini digemari bukan hanya sebatas oleh penjelajah alam liar yang memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang sudah mumpuni dan terasah sebagai gaya hidup, namun juga telah menjadi kegiatan wisata minat khusus berbasis petualangan. Dalam produk wisata minat khusus, Bushcraft tidak seperti apa yang dipertontonkan oleh Ray Mears explores the world of bushcraft dalam BBC series.

Dalam wisata minat khusus, kegiatan dan peralatan Bushcraft pun itu layaknya seperti seseorang jika pergi berkemah ke gunung atau ke hutan, dengan tidak menghilangkan esensi pengalaman seorang bushcrafter. Dalam hal ini, buscraft bukan sebagai gaya hidup seseorang, namun lebih untuk mendapatkan pengalaman hidup di alam bebas dengan wisata minat khusus berbasis petualangan.

Dalam artikel ini, saya menulis “Bushcraft di Indonesia dan seni bertahan hidup di alam bebas” sebagai basic tutorial tentang pengetahuan dasar bushcraft di hutan tropis. Beberapa teknik bushcraft dalam tulisan ini merujuk pada buku Australian Bushcraft; A serious guide to survival and camping, karya Richard Graves, 1984. 

Dan, adapun literasi perkembangan bushcraft, diambil dari tesis dengan judul  ‘Bushcraft’ and ‘Indigenous Knowledge’: transformations of a concept in the modern world  oleh Lisa Fenton ; 2016, dari School of Anthropology and Conservation; University of Kent. Dan beberapa sumber lainnya. (buku maupun tesis dalam versi PDF dapat di download pada link yang disertakan)

Antara bushcraft, survival dan camping; simak perbedaannya!

Bushcraft Indonesia – Sesungguhnya Bushcraft tidak kembar identik dengan survival, banyak perbedaannya, salah satu perbedaannya diletakan pada unsur teknologi yang digunakannya pada saat bertahan hidup di alam liar. Dalam survival, untuk dapat bertahan hidup, seorang survivor bisa menggunakan alat modern ataupun primitif selagi tujuan untuk tetap dapat hidup dapat dicapai. Hal ini berbeda dengan bushcraft, dibawah ini adalah arsiran antara survival dan buschcraft.

  • Bushcraft adalah keahlian untuk bertahan hidup di alam bebas dengan mempelajari hal-hal mendasar dari survival, seperti cara mendapatkan air dan makanan, cara membuat shelter atau tempat berlindung, cara membuat api dengan teknik kuno, ilmu navigasi, pengetahuan akan tanaman obat, cara membuat perkakas, dan lainnya.
  • Bushcraft merupakan penggabungan antara kemampuan menyintas (survival) dengan keahlian atau keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya alam liar untuk bertahan hidup.
  • Bushcraft adalah teknik terdasar dalam kegiatan survival atau bushcraft merupakan salah satu bagian dari pengetahuan survival yang mengkhususkan keterampilan atau cara-cara dasar dalam bertahan hidup di alam liar dengan menekankan pada penggunaan teknik para penjelajah tradisional maupun masyarakat primitif.
  • Dan, camping atau berkemah adalah aktivitas luar ruang dengan menggunakan tenda sebagai tempat tinggal / tempat menginap sementaranya. 

Pengertian Bushcraft

bushcraft indonesia

Bushcraft Indonesia – Bushcraft belum ada padanan / sinonim / persamaan kata-nya dalam bahasa Indonesia, namun bushcraft dapat dimaknakan sebagai kegiatan menjelajah, menyintas dan atau berpetualang dalam keliaran alam bebas dengan berbekal peralatan yang digunakan oleh para petualang dan atau para penjelajah alam liar tempo dulu, atau dengan alat-alat yang digunakan oleh masyarakat primitif, seperti membuat api dengan ranting dan rumput kering atau  berburu hewan dengan jerat dan panah, serta berlindung dari lingkungan / alam liar dengan membuat tempat menginap dari material alam liar untuk tetap bertahan hidup. Dan, dibawah ini adalah keragaman atas pengertian bushcraft :

  • Bushcraft adalah keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada di alam liar untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungan liar dengan pengetahuan dan pemahaman yang diwariskan para penjelajah dimasa lampau, beberapa lainnya mengatakan bahwa Bushcraft adalah seni bertahan hidup di alam liar sehingga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk tetap hidup.
  • Dalam Oxford English Dictionary mendefinisakan bahwa bushcraft  adalah “skill in matters pertaining to life in the bush”
  • Bushcraft dapat diartikan sebagai suatu keahlian hidup di alam bebas, atau pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam rangka memanfaatkan alam dan mempertahankan hidup dengan teknik dan keterampilan yang alami,
  • Bushcraft adalah tentang penjelajahan alam liar dengan menggunakan kemampuan dan keahlian untuk memanfaatkan sumber daya yang ada disekitar alam bebas.
  • Bushcraft adalah berkegiatan di alam bebas dengan menggunakan teknik dan kemampuan para penjelajah dahulu dalam bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitarnya.
  • Bushcraft adalah sebuah pengetahuan, teknik/keterampilan dan cara untuk bertahan hidup dialam bebas dengan meminimalisir penggunaan alat-alat modern.
  • Bushcraft adalah sebuah seni bertahan hidup di alam liar dengan menggunakan alat-alat dan teknologi lawas/kuno.
  • Bushcraft merupakan keterampilan manusia purba/primitif atau modern yang pada dasarnya berfokus pada keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup terutama di alam bebas.

Bush-craft, dalam beberapa literasi lainnya merupakan adopsi langsung dari kata ‘bosch‘ dalam bahasa Belanda yang merujuk pada hutan dan atau negara koloni Belanda yang ditutupi dengan kayu alami (hutan belantara). Di Afrika Selatan,  ada kata Bushman yang berasal dari padanan kata ‘boschjesman’ (bahasa Belanda) yang ditujukan oleh penjajah Belanda kepada penduduk asli yang tinggal di semak-semak. Di Amerika Utara, terdapat kata ‘bushwacker’ yang dekat dengan padanan kata ‘bosch-wachter(Bahasa Belanda) atau ‘boswachter’ yang memiliki arti penjaga hutan. 

Bushcraft menurut Richard Graves

Dalam buku Australian Bushcraft; A serious guide to survival and camping yang ditulis oleh Richard Graves, tahun 1984; halaman 7; dinyatakan bahwa bushcraft adalah “The practice of bushcraft shows many unexpected results. The five senses are sharpened and consequently the joy of being alive is greater. The individual’s ability to adapt and improvise is developed to a remarkable degree.

………bushcraft, by developing adaptability, provides a broadening influence, a necessary counter to offset the narrowing influence of modern specialisation. For this work of bushcraft, all that is needed is a sharp cutting instrument: knife axe or machete. The last is the most useful. For the work, dead materials are most suitable. The practice of bushcraft conserves and does not destroy wildlife.

Sejarah Bushcraft

Bushcraft Indonesia – Dalam sebuah penelitian (thesis Doctoral) pada tahun 2016, dengan judul Bushcraft and Indigenous Knowledge; transformations of a concept in the modern world, yang di tulis oleh Lisa Fenton, istilah bushcraft belum ditemukan dalam kamus bahasa Inggris Oxford sampai tahun 1871, namun pernggunaan istilah Bushcraf mulai dikenal pada masa kolonialisme yang merujuk pada cara seseorang atau kelompok orang untuk dapat bertahan hidup akibat dari berpindah-pindah tempat tinggal karena mengikuti perang atau pergi ke medan perang yang wilayahnya masih asing. Hal tersebut membuat mereka perlu memiliki keterampilan dalam bertahan hidup di alam bebas atau semak-semak. Lainnya karena pekerjaan yang berpindah dan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan dalam membangun rumah, mencari bahan makan dan seni mempertahankan hidup. Dan, disinilah istilah Bushcraft mulai dikenal. 

Primitif Bushcraft

Bushcraft Indonesia – Istilah bushcraft dilekatkan terhadap masyarakat primitif, hal ini karena perilaku para bushcrafter dan hasil-hasil karyanya menyerupai peradaban yang terlahir dan ada sejak jaman primitif. Hal ini dicirikan dengan teknik-teknik atau tata cara dalam bertahan untuk hidup di alam liar dan hasil teknologi yang diciptakan berdasar kecakapannya untuk dapat beradaptasi pada lingkungannya, semisal teknik pembuatan api dengan menggunakan alat fire plow, bowdrill; pembuatan alat berburu, jebakan binatang, model-model shelter, teknik pemurnian dan cara mendapatkan air (minum), teknik pengobatan, teknik membuat benda-benda dari kayu, dan lainnya.

Banyak teknik dari suku-suku di belahan dunia (saat ini dikenal dengan suku pedalaman atau indigenous people), seperti kegiatan memasak dengan menggunakan batu yang dibakar di Papua, teknik pembuatan senjata tajam dari batu oleh suku Aborigin, teknik pengobatan suku Mentawai, penggunaan alat makan dan minum ukir dari kayu oleh masyarakat tradisional scandinavia, dan banyak lainnya.[1]sumberBushcraft: Keterampilan Hidup di Alam Bebas 

Bebeberapa hasil karya peradaban masa lampau yang digunakan oleh seorang manusia modern pada zaman ini melakukan kegiatan bushcraft, diantaranya adalah :

  • Shelter (tempat menentap sementara): lean-to, teepee, raised bed, A-frame, debris hut
  • Firecraft (membuat api) : bowdrill, fireplow, steel flint
  • Food procurement (pengadaan makanan): jebakan, fishing rod, fishing hook, deadfall, bird trap, snare, fish trap
  • Tinder: feather stick, birch bark, lumut kering
  • Self defense (pertahanan): tombak, sling weapon, ketapel
  • Jaring untuk membawa barang bawaan
  • Tali berbahan serat tumbuhan
  • Alat serbaguna; semisal perlengkapan memasak di atas perapian, dll

Bushcraft di Era Modern

Bushcraft Indonesia – Tidak ada yang mengetahui dengan pasti sejak kapan mulai berkembangnya bushcraft di era modern. Namum dalam beberapa literatur, istilah bushcraft dipopulerkan di belahan bumi selatan oleh Les Hiddins yang populer dengan julukan Bush Tucker Man serta di belahan bumi utara oleh Mors Kochanski. Dan Bushcraft semakin populer di belahan penjuru dunia semenjak adanya siaran BBC yang mempertontonkan aktivitas bushcraft yang dilakukan oleh Ray Mears di wilayah utara kanada yang dingin dan dilakukan selama berminggu-minggu. Serial selanjutnya di lakukan di hutan-hutan belantara seperti Afrika atau wilayah yang memiliki cuaca yang ekstrim. Seseorang yang melakukan Bushcraft harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk dapat bertahan hidup dialam bebas sebelum dilepas dalam hutan belantara dengan lingkungan dan cuaca yang ekstrim.


Peralatan Bushcrafts

peralatan bushcraft indonesia

Bushcraft Indonesia – Peralatan bushcraft dibawah ini layaknya adalah alat-alat yang jika seseorang pergi berkemah ke gunung atau ke hutan. Dalam hal ini, bushcraft bukan sebagai gaya hidup seorang penjelajah yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dengan hanya menggunakan alat-alat tradisional (kuno), seperti layaknya bushcraf dari tinjauan Primitif Bushcraft atau modern buschcraft yang dipertontonkan oleh Ray Mears dalam BBC tv series, bushcraft dalam hal ini lebih untuk mendapatkan pengalaman hidup di alam bebas dengan pendekatan wisata minat khusus berbasis petualangan.

  • Pisau bushcraft; perlengkapan ini hampir sama persis fungsinya dan kegunaan dengan pisau survival, namun pisau bushcraft memiliki keunggulan dalam hal kayu dan perkayuan seperti untuk memotong, menseset, dll.
  • Kapak; atau kampak merupakan alat pertukangan dibidang kayu yang berfungsi untuk membelah kayu, memotong kayu atau ranting dahan.
  • Gergaji lipat; memiliki bentuk yang portabel dan menyerupai pisau lipat, fungsi gergaji lipat sama dengan kegunaan gergaji pada umumnya yaitu untuk memotong dan membelah kayu. 
  • Sekop ; berfungsi untuk pekerjaan tanah seperti menggali dan lainnya
  • Backpack ; ransel untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan ketika bushcraft
  • Alat masak ; contoh seperti nesting, dll.
  • Tali serba guna, seperti tali paracord, prusik, tali pramuka, dll.
  • Tarp / flysheet; untuk membuat shelter selain dari material alami,
  • Sleeping pad, sleeping bag dan thermal blanket
  • Survival kit, alat makan minum, tempat air minum, senter, sarung tangan, sepatu trekking, dll.

Keterampilan dasar dalam Bushcraft

survival kit bushcraft

Bushcraft Indonesia – karena bushcraft pada dasarnya adalah kemampuan seseorang atas keterampilan untuk dapat bertahan hidup di alam liar, maka seorang bushcrafter harus memiliki pengetahuan dan membekali keterampilan dirinya atas dasar-dasar seni bertahan hidup di alam liar, seperti :

  • Teknik membuat tempat berlindung (Shelter);
  • Teknik mencari makan (Foraging/food procurement);
  • Teknik mencari air minum (Water and Hydration);
  • Teknik membuat api (Firecraft);
  • Berburu, melacak jejak, membuat jebakan  (Hunting);
  • Pengetahuan mengenai tumbuhan dan pengetahuan mengenai hewan;
  • Teknik mengolah kayu (Woodcraft);
  • Teknik pertahanan diri dari ancaman bahaya (Self defense);
  • Teknik pengobatan (First Aid and Medical) dan teknik-teknik dasar dalam survival.

Membuat tempat berlindung (shelter)

Bushcraft Indonesia – Shelter adalah tempat berlindung yang telah tersedia di alam ataupun dibuat dengan sengaja untuk melindungi diri dari cuaca maupun binatang liar dan untuk tidur / beristirahat. Shelter tak ubahnya dengan tenda bagi para pekemping. Dalam dunia survival ataupun bushcraft, terdapat tiga jenis shelter yang dapat di gunakan ketika di alam liar yaitu shelter alam, shelter buatan dan  shelter semi-alam.

Sebagian banyak para buscrafter yang memilih tinggal lebih lama di alam bebas membuat shelter dari kayu-kayu dan ranting pohon sebagai kontruksi shelter, dan dengan ilalang sebagai atapnya (rumput ,ijuk ,rumbia, daun palem, dan lainnya), sementara itu mereka yang tinggal sebentar akan membawa flysheet sebagai material untuk membuat shelter.

Shelter buatan adalah tempat berlindung yang sengaja dibuat oleh survivor atau bushcrafter untuk melindungi diri dialam bebas, biasanya terbuat dari bahan-bahan yang sengaja di bawa oleh seseorang ke alam liar, semisal  flysheet, ponco, atau plastik. Adapun shelter alam adalah tempat berlindung yang telah tersedia di alam, misalnya gua atau celah tebing, dan lainnya. Sementara itu shelter semi-alam adalah tempat berlindung dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam ditambah dengan beberapa improvisasi dengan bahan yang dibawa dan kondisi medan pada lingkungan setempat, contohnya adalah shelter pohon, shelter tanaman, shelter batu, dll.

Krateria tempat yang baik untuk membangun shelter buatan

  • Di atas tanah yang datar dan kering;
  • Dekat dengan sumber air;
  • Di bawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari.;

Lokasi yang harus di hindari ketika membangun shelter

  • Dimanapun lokasi yang memiliki permukaan tanah yang lembab
  • Di pinggir aliran sungai yang memiliki potensi banjir dan merupakan jalur lintas binatang atau merupakan tempat berkumpulnya binatang untuk minum;
  • Bukan jalur angin atau di puncak gunung atau tempat terbuka yang langsung terkena angin
  • Bukan sarang serangga, atau lokasi yang banyak nyamuk dan lainnya;
  • Didasar lembahan yang yang sempit dan berkumpulnya hawa dingin;
  • Tidak mendirikan shelter dibawah pohon dengan banyak ranting /cabang nya yang rapuh;
  • Aman dari bahaya banjir atau longsor saat terjadi hujan;.

Mendapatkan makanan dan air

Bushcraft Indonesia – Pengetahuan untuk mendapatkan makanan dan air bagi seorang buscrafter wajib sebelum seseorang melakukan aktivitas bushcraf, hal ini karena tidak semua tanaman, binatang dan sumber air yang ada di hutan bisa dimakan/dikonsumsi, malah sebagiannya mengandung zat beracun yang dapat mematikan.

Mengumpulkan makanan

Bushcraft Indonesia – Bagian tumbuhan yang biasa dikonsumsi berupa daun, buah atau umbinya. Seseorang dapat memilih dan membedakan tumbuhan hutan, buah dan binatang yang dapat dimakan atau tidak dengan melakukan pengamatan terhadap tumbuhan / buah serta perilaku binatang.

  • Pilih tumbuhan yang dimakan monyet/kera karena secara genetik primata ini yang paling menyerupai manusia, otomatis makanan yang mereka makan akan lebih mudah diterima oleh pencernaan manusia.
  • Hindari jenis tumbuhan dan buah yang memiliki warna mencolok, baunya menyengat, mengeluarkan getah, tumbuh di kotoran hewan dan berbintik-bintik kontras.

Untuk menemukan tumbuhan dan buah yang dapat dimakan bisa dengan melakukan pengujian atas tumbuhan / buah dengan cara mengosokkannya ke kulit tangan terlebih dahulu, jika setelah beberapa menit tidak ada reaksi terhadap kulit tangan, maka bisa dilanjutkan dengan mengosokannya ke bibir, dan jika masih tidak ada reaksi, berarti buah tersebut itu aman untuk konsumsi. Dibawah ini cara mendapatkan makanan selagi bushcraft :

  • Dengan berburu hewan liar, semisal berburu kelinci hutan, ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, dan mencari cacing, serangga, larva yang terdapat pada pohon lapuk seperti ulat sagu dan ulat jati yang memiliki kandungan protein tinggi, dll;
  • Hindari tumbuhan berbulu, karena tumbuhan berbulu tidak dapat dicerna oleh organ pencernaan manusia;
  • Carilah umbi-umbian dari tanaman semisal bengkoang, talas, kentang, dll;
  • Carilah batang yang dapat dimakan, semisal tebu, rebung, batang pisang, dll;
  • Carilah daun yang dapat dimakan, semisal selada air, daun paku, daun singkong, daun pakis, pucuk rasamala, dll;
  • Dan jika terpaksa carilah jamur, tentunya hal ini harus didasarkan dengan pengetahuan yang baik, karena sebagian banyak jamur itu beracun;
  • Hindari tumbuhan yang mengandung banyak getah, karena tumbuhan yang bergetah biasanya gatal dan menyebabkan keracunan;
  • Hindari tumbuhan yang berbau tidak sedap atau menyebabkan pusing;
  • Hindari juga tumbuhan dengan warna buah mencolok, jamur, dan tumbuhan yang daunnya dapat menimbulkan rasa gatal di kulit seperti jelatang, dan lainnya.

Mendapatkan air

Bushcraft Indonesia – Di hutan tropis tidak sulit untuk mendapatkan air,  karena sebagain wilayahnya terdapat sumber air, seperti sungai, mata air, selokan kecil, genangan air di cekungan batu dan sebagainya. Namun, untuk memprioritaskan air untuk di konsumsi dan air untuk mencuci bahan makanan dan keperluan sehari hari selain untuk dikonsumsi, seorang bushcrafter harus mengetahui detailnya. Dibawah ini cara mendapatkan air selain dari sumber air yang termaktub diatas :

  • Dengan cara kondensasi, yaitu teknik mengumpulkan air dengan menempatan kantung plastik pada bagian pohon yang mendapat sinar matahari;
  • Mengumpulkan air dari embun pagi dan teknik merangkap embun;
  • Dari air hujan;
  • Dari tetes air di ujung-ujung daun;
  • Dari cerukan atau retakan batu;
  • Dari perasan lumut;
  • Dari buah atau tanaman yang mengandung banyak air, semisal tanaman kantung semar, pohon pisang hutan, pakis, bambu, liana, dll.

Berburu dan membuat perangkap

Bushcraft Indonesia – Berburu dan membuat perangkap merupakan pengetahuan dan keterampilan yang wajib dimiliki oleh para bushcrafter. Kemampuan ini di gunakan untuk menangkap binatang yang akan diambil dagingnya. Dalam teknik pemburuan atau penjeratan, sebelumnya bushcrafter harus mengetahui jenis-jenis binatang yang menjadi sasaran penjeratan/pemburuan yang berada disuatu wilayah, setelah itu baru membuat jebakan (trap) dengan spesipikasi yang dibuat untuk binatang yang menjadi sasaran.

Dengan mengetahui hewan apa yang menjadi sasaran, maka seorang bushcrafter akan menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat.

Terdapat beberapa jenis trap yang umum digunakan, diantaranya adalah trap menggantung (Hanging Snare) yaitu perangkap model meggantung dengan memanfaatkan kelenturan dahan pohon dan kekuatan tali. Trap jenis ini  ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti  kelinci, ayam hutan, bebek hutan, kancil dan lain lain, trap lainnya adalah :

  • Spring snare; Perangkap model ini yang diletakan di atas tanah ataupun digantung dengan memanfaatkan simpul geser pada tali perangkap untuk menjerat binatang  berukuran kecil seperti burung dan lainnya 
  • Spring dead fall trap; Jenis perangkap ini memanfaatkan berat kayu ataupun batu untuk menindih hewan yang melintas di bawahnya;
  • Spring spear trap; Perangkap dengan model ini memanfaatkan kelenturan dahan pohon, tali dan patok kayu.
  • Bird pole; adalah perangkap untuk menjerat burung-burung liar.
  • Funnel trap; adalah perangkap ikan yang didesain agar ikan tergiring masuk pada perangkap, akibatnya ikan yang sudah melewati corong tidak dapat meloloskan lagi, dan banyak lagi jenis-jenis perangkat / trap yang dapat di pelajari pada buku Australian Bushcraft; A serious guide to survival and camping, karya Richard Graves, 1984.

Membuat api

Bushcraft Indonesia – Ada banyak teknik yang bisa dilakukan dalam membuat api ketika bushcraf, yaitu membuat api dengan cara gesekan seperti pump drill, bow drill, fire plough, bamboo fire saw, hand dril, dan banyak lainnya. Dan yang paling populer dan mudah digunakan ketika bushcraf adalah hand drill, pump drill dan bow drill yang merupakan teknik terprimitif.

Hand Drill

Merupakan teknik membuat api dengan cara primitif yang sering di gunakan para bushcrafter atau penyintas, dan teknik hand drill adalah cara yang paling sederhana membuat api ketika melakukan bushcraft,  yaitu dengan mengesek-gesekan dua buah kayu, yang satunya (kayu bulat panjang)  diputarkan dengan menggunakan tangan dan kayu lainnya sebagai poros. Pastikan kayu yang dipilih adalah kayu kering. Dalam teknik hand drill, yang diperlukan adalah tongkat kayu, alas kayu, dan dan daun untuk mengumpulkan serbuk kayu yang terbakar.

Pump Drill

Cara kerja membuat api dengan teknik pump drill memiliki kemiripan dengan teknik hand drill, yang membedakan hanya penggunaan tali sebagai alat pemutar poros. Teknik ini merupakan salah satu cara termudah membuat api  ketika Bushcraft atau bertahan hidup di alam liar.  yaitu dengan cara mengesek-gesekan antara kayu satu dengan kayu lainnya dengan tali yang memutarkan tongkat kayu, dan pastikan kayu yang digunakan adalah kayu kering. Dalam teknik pump drill, yang diperlukan adalah tongkat kayu sebagai poros, alas kayu, tali, beban agar stabil dan dan daun untuk mengumpulkan serbuk kayu yang terbakar.

Bow Drill

Untuk membuat api dengan teknik bow drill, alat yang harus dipersiapkan berupa bahan seperti Busur (Bow) dari kayu, tali, tongkat kayu sebagai poros, alas kayu, alat tangan dan daun. Tongkat yang digunakan sebagai poros dan alat kayu haruslah kayu yang kering, kayunya tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk. Untuk busurnya, bisa menggunakan kayu segar agar tidak mudah patah dan talinya bisa menggunakan tali sepatu atau tapi apa saja selama tali tersebut kuat. Ketiga teknik ini metode kerjanya hampir sama, yang membedakannya hanya cara memutarkan tongkat.

Pisau Bushcraft dan teknik menggunakannya

Bushcraft Indonesia – Pisau dalam bushcraf adalah alat utama dan yang terpenting, banyak sekali kegiatan yang memerlukan bantuan bilah pisau, pisau bagi buschcrafter itu laksana cakar dan taring bagi seekor macan. Perlu diketahui, bahwa terdapat perbedaan antara pisau buschraft dan pisau survival, baik dalam hal penampilan dan kegunaan, walaupun keduanya sekilas tampak sama, namun ada kegiatan tertentu dimana pisau survival ataupun buscraft memiliki  keunggulannya sendiri. Hal ini dapat di cermati dari penggunaan pisau survival lebih kepada aktifitias sehari-hari dan emergency, sementara pisau bushcraft lebih unggul untuk digunakan untuk kegiatan survival dalam jangka waktu yang lama.

Dengan perbedaan yang nyata, maka diperlukan pengetahuan dasar untuk menentukan pilihan pisau yang akan di gunakan. Dalam bushcraft dengan iklim tropis seperti Indonesia, pilihan pisau dengan bilah menyatu atau satu batang utuh dari ujung sampai gagang (full tank) serta tebal  dengan baja kadar karbon tinggi, antara 0.4 – 1% (contoh baja ; 1095 atau SK5), itu adalah pilihan terbaik, walaupun material baja dengan spesifikasi tersebut cenderung lebih mudah berkarat sehingga diperlukan perawatan ekstra. Pilihan lainnnya untuk iklim tropis adalah stainless steel atau baja putih karena lebih tahan karat, namun kekurangannya pisau jenis ini akan cepat tumpul. (Contoh bahan stainless steel ;  440C atau 8cr13mov).

Keterampilan tali temali atau simpul

Bushcraft Indonesia – Pengetahuan akan simpul merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai bushcrafter, keterampilan membuat simpul berguna untuk membangun tempat berlindung, memasang jerat / membuat jebakan hewan, membuat alat, dll.

Beberapa simpul penting yang harus dipelajari antara lain clove hitch knot, timber hitch knot, fisherman’s knot, half hitch knot, alpine butterfly loop, back splice, cleat hitch, clove hitch atau simpul pangkal, coiling unattached rope, constrictor, barrel hitch, bowline atau simpul tiang, quick release knot, dan prusik knot, dan masih banyak model simpul lainnya dalam bushcraft.

Membaca jejak dan memahami kebiasaan hewan

Bushcraft Indonesia – keterampilan membaca jejak binatang liar dan memahami kebiasaannya, serta mengetahui kehidupan satwa yang ada di suatu kawasan, itu sangat penting dalam seni bertahan hidup di alam liar. Jejak kehidupan alam liar akan sangat membantu dalam kelangsungan bertahan hidup.

Memahami kebiasaan hewan

Kemampuan dalam memahami kebiasaan hewan bagi seorang bushcrafter akan sangat membantu dalam keberhasilan pemburuan dan ketepatan dalam menempatkan perangkap hewan sebagai sumber makanan ketika bushcraf. Manfaat lainnya dari kemampuan membaca jejak dan memahami kebiasaan hewan yaitu :

  • Mengetahui habitat tertentu di suatu area atau kawasan;
  • Dapat membedakan antara jalur binatang  jalur yang dilalui manusia;
  • Menentukan jenis jebakan (trap) yang akan dipasang sesuai dengan jenis binatang yang terlacak;
  • Mengantisipasi lebih dini resiko ancaman dari binatang tertentu dikala beraktifitas di alam bebas;
  • Mencari sumber masakan terutama dalam keadaan darurat.

Membaca jejak

Ketrampilan membaca jejak berguna untuk mencari jalan keluar, mengetahui binatang dan kehidupan yang ada di suatu kawasan, serta mengetahui apakah dalam sebuah daerah/wilayah/kawasan pernah dilalui oleh manusia atau binatang tertentu. Terdapat dua jenis tanda jejak yang mudah dikenali ketika di alam liar, yaitu tanda jejak buatan dan tanda jejak alami.

  • Tanda jejak alami : tanda jejak alami merupakan tanda-tanda yang dibuat oleh alam sebagai tanda keadaan lingkungan, seperti jejak binatang (kaki, cakaran, suara, kotoran, jalur lintasan, dll), jejak-jejak kehidupan manusia dengan tetinggal dari kehidupan manusia.
  • Tanda jejak buatan : adalah tanda jejak yang sengaja di buat oleh manusia dengan bahan yang tersedia di alam seperti batu, ranting dls,  atau terbuat dari bahan khusus yang sengaja sebagai petunjuk, semisal tanda panah, dan lainnya.

Navigasi

Bushcraft Indonesia – Navigasi bisa diartikan sebagai panduan arah, dan navigasi merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk dikuasai dan dimengerti oleh seorang petualang. Ilmu navigasi menjadi sangat penting dalam hubungannya dengan aktivitas di alam liar,  karena arah menjadi pedoman pada saat melakukan penjelajahan. Pada prinsipnya navigasi adalah cara dalam menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju pada saat penjelajahan. Dan seorang bushcrafter dapat menentukan arah dengan tiga pendekatan, yaitu :

Membaca kompas dan peta;

Bagi para pencinta alam dan penjelajah, kompas dan peta merupakan perangkat yang wajib dibawa ketika melakukan penjelajahan alam bebas. Kompas dan peta merupakan alat untuk menentukan arah dalam penjelajahan.

Membaca kompas alam

Membaca tanda-tanda alam merupakan cara primitif, termudah dan sangat akurat dalam menentukan arah, ada tiga tanda alam yang dengan mudah dapat dibaca untuk menentukan arah, yaitu matahari, Bayangan dan lumut yang tumbuh dipepohonan.

  • Matahari; Matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di barat, itu merupakan yang sangat jelas tentang arah mata angin. Jika seseorang berdiri menghadap matahari terbit, maka sebelah kanannya adalah arah selatan dan sebelah kirinya adalah utara, dan begitupun dengan sebaliknya.
  • Bayangan; Pada siang hari dengan cahaya matahari bersinar terik, seseorang dapat menentukan arah bayangan dengan menggunakan tongkat sebagai pembantu alat bayangan.
  • lumut di pepohonan; Jika matahari sedang mendung, maka lumut yang tumbuh pada satu sisi batang pohon, itu mengarah ke barat atau matahari terbenam, sementara yang tidak ditumbuhi lumut mengarah ke matahari terbit atau timur.

Membaca rasi bintang

Selain untuk pertanian, keagamaan dan mitologi, orang-orang zaman dahulu menggunakan rasi bintang sebagai penunjuk arah, hal ini karena bintang bergerak secara teratur dan dapat diprediksi. Rasi bintang atau konstelasi merupakan sekelompok bintang yang terlihat di langit malam dan tampak saling terhubung serta membentuk formasi tertentu. Ada 4 rasi bintang yang dijadikan petunjuk arah, yaitu :

  • Rasi bintang Ursa Mayor menunjukkan arah utara;
  • Rasi bintang Crux menunjukkan arah selatan;
  • Rasi bintang Orion menunjukkan arah barat;
  • Rasi bintang Scorpio menunjukkan arah tenggara atau timur langit.

Pengetahuan cuaca

Bushcraft Indonesia – cuaca adalah gambaran tentang kondisi atmosfer pada suatu waktu yang pendek dan area yang sempit. Pengetahuan atas cuaca memungkinkan seorang buscrafter dapat lebih dini untuk mengetahui (mendeteksi) keadaan lingkungan seperti akan terjadinya hujan, badai dll.  Dengan pengetahuan cuaca, maka seorang bushcrafter akan lebih tanggap dalam mengantisipasi bencana yang diakibatkan dari perubahan alam dan cuaca. 

Simpulan bushcraft sebagai seni bertahan hidup di alam liar

Bushcraft Indonesia – Bushcraft memiliki arti yaitu keterampilan hidup di alam bebas, dengan artian bahwa alam bebas tidak hanya sebatas merujuk pada hutan, gunung atau di lingkungan padang gurun, namun cakupannya sangat luas. Bushcraft adalah seni bertahan hidup dialam bebas atau alam liar, dimana didalamnya terdapat beberapa kesamaan dengan survival dan perbedaannya diletakan pada unsur teknologi yang digunakannya pada saat bertahan hidup di alam liar.

Dalam perkembangannya, bushcraft yang tadinya merupakan gaya hidup dari beberapa komunitas pencinta alam dan penjelajah, kini telah menjadi salah satu aktivitas wisata minat khusus berbasis petualangan dialam liar karena kepopulerannya.


This entry was tagged in bushcraft and bushcraft indonesia, peralatan bushcraft, pisau bushcraft, perlengkapan bushcraft, bushcraft adalah, apa itu bushcraft, bushcraft adalah, apa itu bushcraft, pisau bushcraft terbaik, bushcraft backpack, bushcraft tools, pisau survival terbaik, solo bushcraft, bushcraft definition, pengertian bushcraft, survival adalah, survive artinya, cara bertahan hidup di alam bebas, bertahan hidup di hutan, survive artinya, jual survival kit, pisau survival terbaik, survival, survivor, cara bertahan hidup di alam.

References