Mendaki gunung ke 3 Puncak tertinggi di Pulau Jawa

Mendaki Gunung – Dibanyak kisah dalam kitab babad tanah Jawa, Jawa merupakan tanah peradaban yang terlahir dari kemegahan gunung serta hutan pegunungan. Dan, dibanyak penemuan para arkelologi, bahwa peradaban tanah jawa banyak berada di puncak-puncak gunung. Mungkin, mereka dahulunya mendaki gunung lalu membuat banyak peradaban yang megah dan mempesona, namun hari ini, kebanyakan dari kita mendaki gunung untuk membuang sampah serta melakukan keria’an dengan berswaphoto, dan kami adalah bagian yang sedikit dari mereka para pendaki gunung.

Merasakan Indonesia di batas ketinggian pegunungan dan hijaunya belantara, serta menapaki gerbang-gerbang pembatas zaman yang penghuninya melukiskan kehidupan sebuah komunitas yang damai, tentram dengan dipenuhi karya-karya ketenangan. Anda akan diajak untuk menapaki eksotisnya “the three high peak of Java”, yaitu mendaki ke-tiga puncak gunung tertinggi di pulau Jawa yang menjadi identitas dataran tinggi tanah Jawa (highland of Java) yang dilingkar oleh pesona adat, budaya dan tradisi sebagai jalur pembuka petualangan anda.

Mendaki Gunung“The three high peak of Java”, tidak sebatas melepaskan ekspresi kerinduan akan naluri petualangan untuk berada di batas langit dengan hijau nya bumi, tidak pula sebatas menginjakan sepatu berlaras tebal di tiga puncak tertinggi gunung di tanah Jawa. Namun lebih daripada itu, puncak akan menjadi ekspresi akhir karena anda akan di batasi oleh pesona magnet budaya, kearifan lokal dan lanskap alam yang menopang tiga gunung tertinggi di pulau Jawa “the tree high peak of Java”. Anda mungkin akan terjebak oleh keindahan magnet alam dan sepasang Arca yang sedang menjalankan tugas “menjaga” pintu tersuci puncak para dewa selama ribuan tahun di ketinggian 3.002 Mdpl, atau anda akan terjebak oleh magnet pesona kearifan lokal suku tengger di desa Ranu Pane yang komunitas nya hidup pada ketinggian 2.100 Mdpl sebelum anda mencapai Mahameru yang dipersonifikasikan sebagai puncak gunung suci dari India tempat bersemayam nya Tuhan Hyang Mahatunggal. Inilah gunung yang menjadi atap tertinggi di Tanah Jawa.

Selain kekuatan jebakan magnet lanskap alam yang terkenal dengan keindahannya, dua dari tiga “The tree High peak of Java” merupakan gunung api dengan bentang terluas di pulau Jawa ini memiliki selisih ketinggian 244 meter dari puncaknya gunung para dewa. Sebagai lokasi didirikannya Kerajaan Galuh Purba pada sekitar abad ke 16 Masehi, Gunung yang menjadi atap tertinggi di Jawa tengah ini mewariskan pesona kebudayan masyarakat, pun reruntuhan batu-batu peninggalan kerajaan yang konon masyarakat sekitar gunung menyebutnya sebagai Candi.

Berbeda dengan kedua gunung terdahulu, Gunung yang menjadi atap tertinggi di Jawa Barat ini mengambil salah satu nama dari tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam yang bernama latinnya Phyllanthus acidus, termasuk gunung api magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600, berbentuk strato dan memiliki kawah ganda dengan ketinggian puncak nya mencapai 3.078 Mdpl. Disekitar gunung beragam kebudayaan terlahir karena keelokan alam dan kesuburan tanah seperti tari buyung yang menceritakan tentang gadis-gadis desa ketika mengambil air ke sungai ataupun tradisi seren taun sebagai bentuk rasa syukur serta doa kepada Tuhan yang maha kuasa atas anugrah kesuburan tanah dan hasil pertanian penduduk sekitar kaki gunung, dls

Tiga gunung tertinggi di pulau Jawa

Gunung Semeru dengan puncak Mahameru


Mendaki Gunung – Tertulis dalam kitab kuno Tantu Pagelaran” bahwa dulunya pulau Jawa mengambang di atas lautan luas, terombang-ambing tak menentu arah dan senantiasa berguncang. Oleh karenanya, para Dewa di khayangan memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru di India untuk menjadi pasaknya pulau Jawa. Ketika dipindahkan, serpihan bagian utama gunung Meru yang merupakan tempat bersemayamnya Dewa Shiwa tercecer di Jawa bagian timur, itulah gunung semeru, puncaknya dari para Dewa yang dikelilingi oleh pesona lanskap alam dan budaya nan agung.

Gunung Slamet di tengah tanah Jawa


Mendaki Gunung – Ekspedisi dan pendakian Gunung Slamet terkenal menantang, laksana perjalanan seorang “Bujangga Manik”[1]Perjalanan Bujangga Manik merupakan salah satu naskah kuno berbahasa Sunda yang memuat kisah perjalanan seorang tokoh bernama Bujangga Manik mengelilingi Tanah Jawa dan Bali. Naskah ini ditulis pada … Continue reading yang di paparkan dalam naskah kuno berbahasa Sunda telah melakukan ekspedisi pendakian gunung Agung pada tempo doeloe yang lokasinya dianggap sebagai Gunung Slamet pada zaman ini. Gunung berapi kerucut yang terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo Australia pada Lempeng Eurasia di selatan pulau Jawa ini berada di kawasan wisata Baturraden dengan ketinggian 3.428 Mdpl menunggu seorang Bujangga Manik di abad ini.

Gunung Ceremai di Jawa Barat

mendaki gunung ceremai
Figure 3 : Gunung Ceremai di Jawa Barat

Mendaki Gunung – Gunung berapi kerucut di Jawa Barat ini memiliki kawah ganda dengan ketinggian 3.078 Mdpl berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Mt Ceremai merupakan gunung api magmatik generasi ketiga yang masih aktif semenjak tahun 1600 dengan kisah letusan nya tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937. Terdapat empat jalur pendakian untuk mencapai puncak (3.078 Mdpl), semuanya jalur akan melintas batas hutan hujan pegunungan. akan melewati jalur manakah anda untuk mencari damai di puncak tertinggi Jawa Barat..

Pesona 3 gunung tertinggi di pulau Jawa

Gunung Ciremai yang berlatar peradaban kuno 4000 SM

Mendaki Gunung – Dibalik pesona alamnya yang selalu memanjakan raga dan batin para pendaki. Gunung Ciremai sangat lekat dengan aura magis yang cukup kuat menarik jiwa para petualang. Sebut saja empat jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai, baik jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati atapun Linggasana selalu menyuguhkan cerita magis kepada siapa saja yang melewati jalur tersebut.

Gunung Ciremai, sosok Raksasa Pasundan dengan ketinggian 3078 mdpl dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Membentang dari Kabupaten Cirebon, Kuningan sampai Majalengka. Dengan tegakan vegetasi hutan hujan yang rapat, Ciremai menyibakan pesona alamnya sembari menjalankan peran penting sebagai “water tower of java“, penyuplai ketersediaan air di tatar pasundan.

Mansyur namanya, gunung Ciremai hampir selalu hadir di dalam daftar catatan tempat wisata wajib para penjelajah alam yang harus dikunjungi. Namun sudah pernahkah anda menjamah tempat wisata di sisi lain gunung Ciremai yang banyak menyimpan kisah peradaban kuno tersebut? Tepatnya di taman batu purba situs Lingga dan Sagara Hiang, Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

Warisan peradaban kuno di gunung berapi magmatik generasi ketiga tersebut bukan dongeng belaka. Situs Lingga dan Sagara Hiang sebagai tempat wisata budaya yang merupakan warisan Megalitikum telah bercokol sejak sekitar 4000 SM silam. Puing – puing batuan purba dengan kandungan logam murni 40% menghiasi pelataran berlumut. Bersamanya terdapat punden berundak dan sebuah batu lingga yang digunakan sebagai media perhitungan tahun serta bulan oleh komunitas sunda di zaman peradaban lampau.

Situs Lingga dipakai juga sebagai tempat berunding para leluhur. Menurut penuturan sang kuncen, ada 45 leluhur yang mendiami situs Lingga ini. Selain itu, ada situs lain yang saling tertaut dengan situs Lingga tersebut, diantaranya situs Sangiang, situs Sangiang Panteh, situs Ontap-ontapan, situs Babakan Dayeuh dan beberapa situs lainnya melengkapi tempat wisata purbakala Gunung Ciremai.

Beralih maju ke masa kerajaan, kawasan yang dinamai Sagara Hiang, saga berarti laut dan hiang adalah dewa ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Arile Saunggalah. Serta sempat menjadi salah satu pusar penyebaran Islam di wilayah Cirebon dan Kuningan pada abad ke-13. Dengan tokoh Syekh Maulana Akbar, Syekh Eyang Prabu Salam, Syekh Eyang Prabu Salim dan Syekh Eyang Mangun Danang. Tokoh-tokoh tersebut mewariskan nilai peradaban dalam bentuk budaya, yang hingga kini masih melekat di tengah masyarakat sekitar, diantaranya adalah upacara Babarit dan silat Rudat.

Kini Babarit dan Rudat kerap disuguhkan di balai desa Sagara Hiyang pada bulan Suro, tahun Hijriah. Babarit merupakan serangkaian upacara adat yang bertujuan untuk mengingat dan bersyukur terhadap segala pemberiaan Sang Maha Pencipta. Sedangkan rudat adalah salah satu seni silat yang disepanjang alurnya diiringi shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Gerakannya cenderung lambat, sehingga dikalangan luas Rudat lebih dikenal sebagai seni dalam aktivitas tarian. Ditulis oleh faizal Mardiansyah, diterbitkan pada situs Highland Indonesia Group dengan judul Tempat wisata gunung Ciremai yang berlatar peradaban kuno 4000 SM; tahun 2017

Simpulan mendaki gunung tertinggi di tanah Jawa

Mendaki Gunung ketiga puncak tertinggi pulau Jawa, mudahnya tidak seperti apa-apa yang di-personifikasi[2]personifikasi/per·so·ni·fi·ka·si/ n pengumpamaan (pelambangan-kan dalam film 5 CM yang di rilis pada tahun 2012, besutan sutradara Rizal Mantovani, atau sesulit dalam Vertical Limit hasil adu peran seorang Limit Chris O’Donnell, Bill Paxton, Robin Tunney, Scott Glenn dan kawan-kawannya. Dan, mendaki tiga gunung tertinggi di pulau Jawa bukan bagaimana anda dapat menginjakan sepatu berlaras tebal di puncak para dewa gunung Semeru, puncak Slamet ataupun puncak Ceremai dengan beban carrier 50 liter plus, lalu berswaphoto sebagai bentuk keria’an. Mendaki Gunung akan lebih daripada itu, puncak hanyalah akan menjadi ekspresi akhir yang belum tentu didaki dan dinikmati, karena anda pastinya akan terjebak oleh pesona peradaban yang menopang tiga gunung tertinggi di pulau Jawa,  terpesona oleh magnet budaya, kearifan lokal dan lanskap alam dan hutan yang menopang puncaknya, dan anda akan asik dengan mereka yang pada pendahulunya mendaki gunung untuk membangun sebuah peradaban.


This entry was tagged in mendaki gunung and mountaineering, pengertian mendaki gunung, hiking gunung, gunung di jawa barat, mendaki gunung bromo, mendaki gunung slamet, mendaki puncak mahameru, mendaki gunung gede pangrango, mendaki gunung semeru, mendaki gunung salak, jalur pendakian, rute pendakian, mendaki gunung prau, gunung di jawa, gunung tertinggi di jawa, gunung semeru, puncak salak, puncak mahameru, pendaki gunung.

References

References
1 Perjalanan Bujangga Manik merupakan salah satu naskah kuno berbahasa Sunda yang memuat kisah perjalanan seorang tokoh bernama Bujangga Manik mengelilingi Tanah Jawa dan Bali. Naskah ini ditulis pada daun nipah, dalam puisi naratif berupa lirik yang terdiri dari delapan suku kata, dan saat ini disimpan di Perpustakaan Bodley di Universitas Oxford sejak tahun 1627 (MS Jav. b. 3 (R), cf. Noorduyn 1968:469, Ricklefs/Voorhoeve 1977:181), sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia.
2 personifikasi/per·so·ni·fi·ka·si/ n pengumpamaan (pelambangan