Hiking

Hiking yang dilakukan di pegunungan itu tidak sebatas untuk menjaga kesehatan fisik belaka, namun juga kesehatan mental, karena dengan menghirup udara segar beraroma hutan yang masih alami, menikmati pemandangan yang menenangkan, mendengarkan nyanyian burung dan suara binatang liar lainnya, serta menikmati ekosistem pembentuk kehidupan hutan yang seimbang akan dapat membantu seseorang untuk membuang berbagai pikiran negatif, stress, depresi dan kecemasan.

Di punggungan barat gunung paseban dan di pegunungan Halimun terdapat jalur-jalur hiking dengan tujuan destinasi air terjun, kawah, dan puncak gunung dengan pemandangan yang mempesona. Dalam perjalanan ini, sebuah destinasi bukan menjadi akhir dari tujuan perjalanan, namun ini adalah cara kita untuk dapat melihat kehidupan baru yang lebih bermakna. Baca selanjutnya di hiking 

Mounteneering

Merasakan Indonesia di batas ketinggian pegunungan dan hijaunya belantara, serta menapaki gerbang-gerbang pembatas zaman yang penghuninya melukiskan kehidupan sebuah komunitas yang damai, tentram dengan dipenuhi karya-karya ketenangan, anda akan diajak untuk menapaki eksotisnya “the three high peak of Java”, tiga puncak gunung yang menjadi identitas dataran tertinggi di Jawa yang dilingkar oleh pesona adat, budaya dan tradisi.

Adalah Semeru dengan Mahameru sebagai puncaknya para dewa, gunung Slamet dan Ciremai sebagai pelepas ekspresi kerinduan akan naluri petualangan untuk berada dibatas langit, di tiga puncak tertinggi gunung di tanah Jawa. Baca selanjutnya di mendaki gunung

Camping

Secara bahasa, camping adalah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka, gunung dan atau pegunungan, hutan dengan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Kegiatan camping memiliki keterkaitan yang erat dengan kepanduan, kepencinta-alaman dan atau guna pemenuhan akan ruang tinggal sementara bagi sebagian atau kelompok orang yang sedang melakukan perjalanan/penjelajahan kewilayah tertentu yang tidak banyak dihuni oleh komunitas manusia dan dengan tujuan khusus seperti penelitian di pedalaman hutan, ekspedisi puncak-puncak gunung, penggalian arkeolog, dls.

Dalam aktivitas petualangan dan penjelajahan, berkemah hanyalah salah satu sarana akomodasi yang dipersiapkan untuk istirahat dan atau tempat menetap  sementara ketika kegiatan berjelajah di alam bebas. Baca selanjutanya di fakta unik camping

Jelajah Suku Baduy

Mereka menyebutnya “uing urang Kanekes”  atau sebutan yang merujuk pada nama kampung dimana mereka bermukim sejak berabad silam, seperti “urang Cibeo” yang mengacu pada nama kampung yang di tempati, yaitu kampung Cibeo. Penyebutan orang Baduy sebagai identitas komunitas yang tinggal di gunung Kendeng adalah sebutan dari para pendatang yang mem-personifikasi-kan bahwa mereka layaknya seperti masyarakat Badui di negeri padang pasir.

Memang, akan banyak mengalami kerumitan dan kepayahan untuk dapat menjelajahi semesta pengetahuan Kanekes, asal-muasal, spiritual dan falsapah kebijaksanaan yang terbangun dari alam dan Hyang  mereka. Ruang-ruang itu begitu rapat tertutup, tak ada celah untuk mengintip, kendatipuan kita berada sehasta bahkan sejengkal dari tubuh kasarnya. Baca selanjutnya dialam Jelajah suku Baduy dalam.

Jelajah Kampung Ciptagelar

Kampung Ciptagelar merupakan komunitas masyarakat yang masih menjalankan tradisi leluhurnya secara adat dalam pegunungan Halimun, Ciptagelar tergabung dalam kasepuhan Banten Kidul yang memiliki pola kehidupan sehari-harinya dengan mengikuti kebiasaan karuhun yang di wariskan secara turun temurun. Adat dan budaya yang di wariskan oleh leluhur mereka pada komunitas kasepuhan Ciptagelar ini kental akan hubungan pengelolaan sumber daya alam dan hutan di sekitarnya secara arif yang berpijak pada nilai norma, keyakinan dan kebudayaan yang dianut-kembangkan hingga kini, yaitu kebudasyaan sunda wiwitan.

Secara etimologi yang mempelajari asal-usul suatu kata, Kasepuhan terambil dari asal kata sepuh dengan awalan ka- dan akhiran -an (Ka-sepuh-an) yang berarti tua dalam padanan bahasa Sunda, hal ini mengacu pada cara hidup masyarakat kasepuhan Ciptagelar yang berdasarkan tradisi leluhur sunda wiwitan yang masih dijalankan secara ketat terutama dalam pola pertanian dan turunannya. Baca selanjutanya di Jelajah Kampung Ciptagelar.

Jelajah TN Halimun

Kata Halimun mengacu pada sebuah gunung dengan ketinggian 1.929 Mdpl dan atau mengacu pada gugusan hutan hujan dataran rendah yang masih terjaga keasriannya, berada di bagian barat pulau Jawa. Pun Halimun merupakan tempat tinggal masyarakat adat yang masih memegang teguh budaya sunda wiwitan warisan kerajaan Pajajaran dengan rajanya pada saat itu adalah Prabu Siliwangi, antara lain Kasepuhan Banten Kidul dan masyarakat Baduy. Sementara secara etimologi, Halimun berarti kabut dalam padanan bahasa Sunda.

Karena kekayaan alam, budaya, dan pesona kearifan lokal mansyarakat yang menetap dalam pegunungan Halimun, itu menyebabkan tingkat permintaan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat, seiring dengan berkembangnya desa-desa wisata di zona penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Baca selanjutnya pada Jelajah wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Hiking kawah ratu

Kawah Ratu berada dalam komplek kawah Cikuluwung Putri, letaknya berada di sisi barat Gunung Salak, di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan dan tanggung jawabnya berada di tangan Balai Besar Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pada dasarnya komplek kawah Cikuluwung Putri berupa lapangan solfatara dan di beberapa titik terdapat bualan lumpur dan semburan air panas (geyser), yaitu kawah Ratu, Kawah Hirup dan Kawah Paeh.

Kawah Ratu dapat dicapai dari dua (2) jalur pendakian (hiking), yaitu dari arah Cangkuang Cidahu, Sukabumi atau dari arah Pasir reungit, Gunung Bunder, Bogor. Dan bagi anda yang menyenangi long hiking trips, anda dapat melaluinya dari jalur Cidahu Sukabumi atau Gunung Bunder, Bogor dan keluar (turun) melewati Gunung Bunder Bogor dan atau sebaliknya. Baca selanjutanya di Hiking ke Kawah Ratu Gunung Salak via jalur perawan.

Journey

Dalam perjalanan ini, sebuah destinasi bukan menjadi akhir dari tujuan perjalanan, namun ini adalah cara kita untuk dapat melihat kehidupan baru yang lebih bermakna….